Kamis, 03 Desember 2015

Trik Hemat untuk Mahasiswa.

Sikap boros menjadi salah satu kebiasaan buruk mahasiwa. Padahal, karena belum bekerja, kondisi keuangan mereka terbatas.
Bila kebiasaan boros ini terus berlanjut, maka bisa menjadi masalah. Guna menghindarinya, beberapa trik menghemat ini bisa diterapkan.

Jangan Ikut-ikutan teman
Penyebab boros pertama adalah banyak mengikuti gaya hidup teman. Hangout dan bersenang-senang boleh saja, asalkan tetap menyadari kondisi keuanganmu. Jika terbatas, lebih baik jangan mengikuti teman yang senang berfoya-foya. Lebih baik simpan uangmu dan digunakan untuk berbagai hal yang lebih berguna.

Jangan ikuti hawa nafsu
Keinginan biasanya mendorong kita untuk membeli sejumlah barang yang kurang bermanfaat. Pisahkan keperluan belanja karena memang butuh dan hanya karena ingin. Jangan ikuti hawa nafsu bila tidak ingin boros.

Belajar menabung dan mengatur keuangan
Menabung dan cerdas dalam mengelola keuangan menjadi kunci mahasiswa terhindar dari sikap boros. Bisa mengendalikan diri dan memilih untuk menabungkan uang yang kamu miliki adalah pilihan yang bijak.

Cari penghasilan sendiri
Meski masih mahasiswa kamu bisa mencari cara lain agar tidak selalu tergantung pada orangtua dalam urusan keuangan. Misalnya, mencari kesempatan magang karena banyak perusahaan menggaji karyawan magangnya. Uang tambahan itu bisa kamu kumpulkan dan dipergunakan pada saat-saat terdesak. Boros terhindari, bonusnya adalah dapat pengalaman kerja.

Gali ide bisnis
Daripada boros, lebih baik berpikir kreatif untuk menggali ide-ide menarik untuk melahirkan bisnis. Tidak perlu yang besar, ide bisnis sederhana namun bisa langsung terlihat hasilnya juga bisa kamu jalankan.
(rfa)

Cara Mendapat Inspirasi Judul Skripsi.

Memasuki semester tujuh, mahasiswa mulai dipusingkan menentukan judul skripsi atau tugas akhir. Memilih judul skripsi tidak boleh asal-asalan. Sebab, jika terlanjur salah dari awal, kamu akan merasa kesulitan dalam menyusun skripsi sehingga menyebabkan lama lulus.
Bagi kamu yang masih merasa galau, jangan khawatir. Ini adalah fase yang akan dialami setiap mahasiswa. Oleh karena itu, berikut beberapa tipsnya.

1. Tentukan topik yang menarik
Dari berbagai mata kuliah yang sudah kamu dapatkan, pilih satu topik bahasan yang disuka dan dimengerti. Sesuatu yang menarik akan membuatmu bersemangat untuk menyelesaikannya.

2. Observasi
Jika sudah menentukan topik yang menarik, lihat lingkungan sekitarmu. Cari tahu apakah ada permasalahan yang relevan dengan topik yang ditentukan. Suatu skripsi mengandung pernyataan ilmiah yang akan kamu ukur menggunakan metode tertentu, sehingga harus jelas apa yang akan kamu teliti.

3. Lihat literatur
Pastikan topik yang kamu pilih banyak literaturnya. Semakin banyak referensi yang tersedia, maka akan semakin mudah menyelesaikan skripsi. Kunjungi perpustakaan kampus untuk melihat ketersediaan literatur dan jurnal yang sesuai dengan judul skripsimu.

4. Diskusi
Dapatkan masukan dengan berdiskusi dengan orang-orang di sekitarmu. Misalnya saja, dengan teman yang mengambil topik yang sama. Jika perlu, hubungi senior yang bisa memberikanmu arahan. Tanyakan kepada mereka kesulitan apa saja yang mereka rasakan dulu ketika mengambil topik tersebut. (ira)
(rfa)

Resep Sukses Kuliah ala Menristekdikti.

Mahasiswa berkewajiban untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Terlebih bagi penerima beasiswa, nilai akademis menjadi hal yang sangat penting dan menentukan.

Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir dalam sambutan penyerahan bantuan bidikmisi dan beasiswa afirmasi di Universitas Brawijaya (UB) mengatakan, setidaknya ada tiga kunci sukses menjalani kuliah.

"Tiga S, yaitu kerja keras, cerdas, ikhlas. Pertama kerja keras. Kalau mau sukses tentu harus mau belajar, kerjakan tugas, dan ikuti kuliah," ujarnya.
Poin selanjutnya, yakni cerdas. Nasir menuturkan, mahasiswa harus punya nilai yang bagus dan bisa berprestasi. "Saya yakin mahasiswa bidikmisi yang ada di sini adalah anak-anak terpilih yang punya kemampuan baik," imbuhnya.

Kunci ketiga sukses kuliah ala Menristekdikti adalah ikhlas. Menurutnya, segala sesuatu yang dikerjakan dengan sepenuh hati akan membuahkan hasil yang baik. Nasir juga mengimbau kepada penerima mahasiswa penerima beasiswa tak usah minder dengan mahasiswa lainnya.

"Kerjakan tugas dengan ikhlas, jangan mengeluh. Lakukan saja dengan sepenuh hati. Dapat beasiswa berarti punya kesempatan untuk berhasil dan sukses jadi harus percaya diri," tukasnya.
(rfa)

Dilarang Merokok di Kampus Ini.

Satu lagi universitas di Australia, Universitas Melbourne memberlakukan larangan merokok di seluruh kampus. Pihak universitas juga melarang penjualan rokok dan tidak mendukung pemasangan iklan atau hal lain yang berhubungan dengan perusahaan rokok.

Dalam pernyataannya, Uni Melbourne yang merupakan salah satu universitas terbaik di Australia mengatakan bahwa sebagai perguruan tinggi yang dikenal di dunia di bidang penelitian kesehatan, pendidikan dan pelatihan, Universitas Melbourne berusaha melakukan praktik terbaik dengan kebijakan yang konsisten. Sebelumnya sejak 4 Februari 2014, yang bersamaan dengan Hari Kanker Sedunia, Uni Melbourne sudah menerapkan kebijakan anti rokok di kampus, namun masih menyediakan beberapa tempat khusus untuk para perokok. Universitas Melbourne sebelumnya juga sudah memiliki program guna mendukung mereka yang berusaha menghentikan kebiasaan merokok.

"Mulai sekarang, Universitas melarang merokok di semua kendaraan dan gedung milik universitas. Bila sebuah gedung universitas tidak terletak dalam batas kampus yang jelas, maka merokok dilarang di lahan universitas yang mengelilingi gedung tersebut."

Selain melarang penjualan rokok dan juga pemasangan iklan berkenaan dengan rokok, Uni Melbourne juga tidak akan menanamkan uang dalam pembelian saham poerusahaan rokok. Langkah Universitas Melbourne ini mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh beberapa universitas di Australia Barat seperti Curtin University, Edith Cowan University, Griffith University, James Cook University, Murdoch University, dan juga universitas di negara bagian lain di Australia seperti University of Adelaide (Australia Selatan), University of Canberra, University of Newcastle, University of Sydney, dan University of Western Sydney.

Di Victoria, Swinburne University of Technology menjadi universitas pertama yang memulai gerakan ini pada 2013. Inisiatif tersebut kemudian diikuti kampus lain.
(rfa)

Bertransformasi dari Mahasiswa Menjadi Profesional.

Transformasi dari seorang mahasiswa menjadi profesional di dunia kerja memang diperlukan. Pasalnya, sebagai fresh graduate kita tidak akan hanya sendirian menjalani pekerjaan. Sebaliknya, banyak profesional yang akan menjadi rekan kerja.


Tuntutan menjadi profesional membuat perubahan diri mutlak perlu dilakukan. Beberapa trik ini bisa kamu lakukan untuk menjadi pribadi yang baru sebagai profesional di dunia kerja nanti. 


Percaya diri
Perubahan tanpa adanya rasa percaya diri percuma, sehingga menanamkan rasa percaya diri itu penting. Kepercayaan diri membuatmu nyaman dengan pribadimu sendiri.

Bergaul dengan yang lebih senior

Meski masih lulusan baru, tidak ada salahnya untuk berbaur dengan para senior di kantor. Selain banyak cerita pengalaman mereka yang nantinya akan berguna untuk kamu, bergaul dengan para senior juga akan memberikanmu cerminan seperti apa sosok mereka sebagai seorang profesional. Kamu pun bisa ikut mencontohnya.

Penampilan

Hal yang bisa membuatmu tampak sebagai profesional adalah penampilan. Semasa kuliah mungkin kamu kurang peduli dengan penampilan. Nah, kini kamu harus mulai peduli dengan apa yang kamu kenakan. Tidak perlu pakaian mahal atau bermerk, yang penting kamu nyaman dan pakaian tersebut cocok untukmu serta bisa menujukkan sisi profesionalitas.

Bersikap

Bila penampilan sudah oke, kini giliran sikapmu yang juga harus berubah menjadi profesional. Ingat, dunia kerja memberikanmu peluang untuk bertemu banyak orang. Jika sikapmu masih sama seperti beberapa tahun lalu, caramu untuk tampil layakya seorang profesional akan gagal. Tidak perlu terlalu kaku, yang terpenting kamu bisa bersikap dengan baik dan terarah.
(rfa)

Anak Muda Indonesia Siap Songsong MEA 2015.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah di depan mata. Sebagai negara dengan ekonomi paling besar di ASEAN, Indonesia tentu menjadi salah satu aktor penting dalam MEA.
Generasi muda menjadi salah satu tumpuan bangsa yang akan menghadapi persaingan secara global. Oleh karena itu, organisasi Sinergi Muda menyelenggarakan Festifal Indonesian Youth Conference (Festival IYC) 2015 yang bertujuan mengajak anak muda Indonesia bersama mempersiapkan diri, menggali potensi, serta mampu peka terhadap kondisi di sekitarnya.
Acara yang diselenggarakan di Upper Annex Building, Wisma Nusantara, Jakarta tersebut dihadiri oleh ribuan anak muda, dari kalangan mahasiswa, komunitas, hingga seniman muda. Dengan mengikuti Fesival IYC 2015, mereka berkesempatan berdiskusi langsung dengan pembicara-pembicara, seperti Iwan Jaya Aziz, Vivi Alatas, HS Dillon, Wisnu Nugroho, Imam Usman, dan masih banyak lagi.
"Kami ingin anak muda Indonesia bisa mempersiapkan diri mereka masing-masing untuk dapat berani mengembangkan diri dan potensi. Pada IYC 2015 ini kami mengambil tagline 'Kita Siap' yang menjadi pesan inti dalam menghadapi MEA," ujar Project Manager Festival IYC 2015, Indra Nur Fatriansyah, Sabtu (28/11/2015).
Selain menjadi wadah interaksi para anak muda dari beragam latar belakang, peserta juga bisa menyaksikan pemutaran film pendek karya anak muda dan pertunjukan kebudayaan dari TEKO UI, Orkes Musik Pengantar Minum Racun (OM PMR), L'Alphalpha, CIOFF Indonesia, Kota Seni Suropati, dan V1mast.
"Enggak usah muluk-muluk menunggau pemerintah bertindak. Anak muda Indonesia tidak boleh skeptis karena generasi sebelumnya telah melakukan banyak kesalahan. Mulai berubah dari diri sendiri kemudian ajak lainnya untuk berubah. Sederhananya jangan nyontek, lalu ajak temannya jangan nyontek juga," ujar Vivi Alatas pada sesi pertama yang membahas ekonomi.
Festival IYC 2015 sendiri dibagi menjadi beberapa sesi, yaitu sesi ekonomi, pendidikan, media dan jurnalisme, politik, kepemimpinan, pariwisata, sains dan teknologi, financial planning, creativepreneur, serta personal branding. Acara yang digelar sejak pagi ini akan berlangsung hingga pukul 21.00 WIB..
(rfa)

Hadapi MEA, Perguruan Tinggi Se-Asean Bangun Kerjasama.

 (Foto: Dok. Unpad)
Tinggal hitungan hari, semua masyarakat di negara-negara Asean akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Guna memperkuat posisi pada MEA mendatang, sejumlah perguruan tinggi di Asia Tenggara membentuk kerjasama. 

Menteri Pembangunan Wanita, Keluarga, dan Masyarakat Malaysia Dato Sri Rohani Abdul Karim mengungkapkan bila komunitas pada Asean bergerak dengan caranya sendiri.
 
"Berpedoman pada nilai tradisi serta jati diri yang sekian lama mencerminkan budaya dan adat istiadat kita dan dalam bersamaan kita harus lebih aktif dan progresif, jika tidak akan ketinggalan jauh di belakang dibandingkan dengan negara-negara maju," ungkapnya, seperti dimuat laman resmi Universitas Padjajaran, Senin (30/11/2015).

"Berpedoman pada nilai tradisi serta jati diri yang sekian lama mencerminkan budaya dan adat istiadat kita dan dalam bersamaan kita harus lebih aktif dan progresif, jika tidak akan ketinggalan jauh di belakang dibandingkan dengan negara-negara maju," ungkapnya, seperti dimuat laman resmi Universitas Padjajaran, Senin (30/11/2015).

Selain itu, Guru Besar Unpad Profesor Oekan S Abdoellah, M.A, Ph.D. menyatakan bila peran perguruan tinggi selain mendidik yakni untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itulah, perguruan tinggi dituntut untuk menjalankan tanggung jawabnya secara sosial.

“Bukan hanya kerjasama di dalam negeri, tetapi juga dengan perguruan tinggi negara lain. Kerjasama ini menjadi landasan yang penting untuk dapat memperkuat dukungan perguruan tinggi atas berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah di berbagai negara dalam menghadapi beragam persoalan yang dihadapi,” ujarnya.

Kerjasama tersebut dibahas dalam Simposium Kebudayaan dan Kerjasama Indonesia-Malaysia (SKIM) XIV di Putrajaya, Malaysia. Simposium tersebut diikuti oleh sejumlah perguruan tinggi di Malaysia.
"Makalah yang dipresentasikan pada SKIM XIV berjumlah 138 makalah yang berasal dari 26 perguruan tinggi Indonesia dan 15 perguruan tinggi Malaysia. Alhamdulillah, seluruh delegasi dari Unpad dapat mengikuti semua kegiatan dengan baik, dan pihak panitia memberikan pelayanan yang cukup baik pula,” tambah Ketua Panitia SKIM XIV dari pihak Unpad, Dra Mudiyati Rahmatunnisa, M.A, Ph.D. (afr)


Berita Terbaru

Blogger templates

Btemplate.com

Blogroll

About

About Mee

Foto saya
Selong, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Copy Right 2016 @ Rony Rahman. Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Blog - Universitas | Powered by Blogger
Design by Viva Themes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com